725 Botol Miras Berhasil Disita Polsek Tanjung Duren

by

WARTALIKA.com – Polsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat Jajaran Polda Metro Jakarta, gelar press conference hasil tangkapan razia miras diwilayah hukum Polsek Tanjung Duren, di halaman Polsek Tanjung Duren, Jalan Tanjung Duren Raya No. 1, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis(19/4/2018), pukul. 13 : 00 Wib.

Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Patabang Birana. SIK, memimpin press conference miras, menyatakan kami dan anggota Polisi Polsek Tanjung Duren akan terus membersihkan dan merazia tempat-tempat penjualan minuman keras oplosan atau miras yang berada diwilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat khususnya di wilayah Polsek Tanjung Duren, agar wilayah terbebas dari gangguan kamtibmas yang disinyali oleh miras, seperti kenakalan remaja, yang akan berakhir menjadi tawuran antar warga, dan tindak kriminal serta kejahatan lainnya,”kata Kompol Lambe Patabang Birana. SIK.

Dalam rangka menjaga kamtibmas salah satunya adalah merazia tempat-tempat kios atau penjual miras, ini juga untuk mencegah terjadinya tindak kriminal. Dan kami akan terus gencarkan untuk menekab penyakit masyarakat seperti miras, perjudian, premanisme dan curat curas serta curanmor(3C). “Dengan Hasil 40(empat puluh) Dus yang berisikan Berbagai merk Minum keras sebanyak 725 (Tujuh Ratus Dua Puluh Lima) Botol,”ungkap Kompol Lambe Patabang Birana. SIK.

Masih kata Kapolsek Tanjung Duren, Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Jajaran Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi. SIK, MH, mengatakan bahwa saat ini Polres Metro Jakarta Barat berkomitmen memberantas segala bentuk peredaran miras, Kapolres juga mengajak seluruh warga Jakarta Barat untuk senantiasa memberikan informasi Kepada Polisi jika mengetahui adanya penjualan miras, jelas Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Patabang Birana. SIK mengulangi kata arahan dari Kapolres Metro Jakarta Barat.

Kanit Reskrin Polsek Tanjung Dureb AKP Rensa. S. Aktadivia. SH, SIK, menjelaskan bagi siapa yang menjual dan menyerahkan atau membagj-bagikan yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang, padahal sifatnya berbahaya tidak dikasig tau akan dikenakan pasal 204 KUHP 7 dengan ancaman 15 tahun penjara,”tegas AKP Rensa. S. Aktadivia. SH, SIK.

Reporter : sugeng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *