Kampanye Peluit, Bupati Harapkan Karawang Bebas Kekerasan Terhadap Anak

by

WARTALIKA.com – Bupati Karawang Dr. Hj. Cellica Nurrachadiana bersama Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak(Komnas Pelindungan Anak) Arist Merdeka Sirait dan Sekjen Komnas Perlindungan Anak AKBP Hendy F. Kurniawan mendekalasikan “KARAWANG BEBAS KEKERASAN TERHADAP ANAK”, di Alun-alun Karawang, Lapangan Karangpawitan,  Jalan Jend. A. Yani, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat(6/4/2018).

Untuk terus menerus membentengi anak dari segaka bentuk eksploitasi, penelantaran, dan penganiayaan serta pengabaian hak khususnya kekerasan terhadap anak di Indonesia, Komnas Pelindungan Anak sebagai lembaga independen yang diberikan tugas dan mandat oleh Forum Nasional Perlindungan Anak(FNPA) untuk pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia, bersama Bupati Karawang Jawa Barat mendeklasikan Karawang bebas Kekerasan, dengan kampanye Sejuta peluit untuk anak Indonesia, khususnya Karawang.

Dr. Hj. Cellia Nurrachadiana menyampaikan kampanye membagikan Sejuta peluit ini bertujuan untuk Karawang bebas dari tindakkan kekerasan, peluit ini dimaksudkan sebagai panggilan darurat(emergency call for child), untuk segala ancaman kekerasan yang kemungkinan terjadi dilingkungan terdekat anak dirumah, sekilah, ruang publik tempat bermain anak dan tempat-tempat anak lainnya,”kata Bupati Karawang.

Masih kata Bupati Karawang, saya menandatangani Dokumen Naskah Deklarasi dimulainya Karawang bebas kekerasan terhadap anak, berangkat daribtragedi kematian Calista beberapa Minggu lalu, mari kita akhiri kekerasan terhadap anak di Karawanv sekarang juga. Tidak ada lagi korban-korban seperti Calista. #stop kekerasan terhadap anak#,”pesan Bupati Karawang Dr. Hj. Cellia Nurrachadiana.

Ketua Umum Komnas Pelindungan Anak Arist Merdeka Sirait kepada media Jumat(6/4/2018) di kantor TP2TPA Kabupaten Karawang.

Arist mengajak Kadis PPPA Kabupaten Karawang dan kader-lapangan P2TP2A  berkordinasi dengan Kantor Komnas Perlindungan Anak Karawang Jawa Barat untuk terus menerus mensosialisasi pembagian peluit kepada seluruh anak di Karawang sebagai wujud dilaunchingnya Aplikasi Pelapor oleh Kantor BK3D/P2TP2A. Anak harus dibekali kemampuan untuk menggunakan peluit jika terjadi kekerasan dalam2 rumah.

“Anak-anakku,  Anak Indonesia. Jika ayah dan ibu bertengkar dihadapanmu jadilah wasit dengan membunyikan peluit sebagai tanda prikik untuk menghentikannya”.

“Demikian juga jika terjadi ancaman kekerasan seksual baik dalam bentuk raba-raba, bujuk rayu dan ajakan yang dilakukan guru, pengelola dan penjaga sekolah dan sesama anak di lingkungan sekolah anak-anakku, anak Karawang gunakan prikikan sekuat tenaga”, demikian ditambahkan Arist dalam kata sambutannya dihadapan ribuan Anak-anak di Alun-alun Karang Pariwitan.

Arist juga mengajak Komnas Perlindungan Anak Jawa Barat bersama HIMPAUDI Karawang dan Kader-kader PAUD Institute Karawang  untuk menindaklanjuti rencana Aksi Karawang Bebas Kekerasan Terhadap Anak.

Tindak lanjut Kampanye Sejuta Peluit Anak Indonesia juga akan dilaunching oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) kota Tomohon  di Tomohon Sulawesi Utara Rabu(11/4/2018) dan Kamis(26/4/2018) di Semarang Jawa Tengah yang direncanakan dihadiri 1.600 peserta dan kader-kader dan sahabat Komnas Anak bersamaan dengan acara pelantikan 33 kabupaten dan kota kepengurusan Komnas Perlindungan se Jawa Tengah. Ayo kita dorong dan bekali anak-anak Indonesia menjadi Wasit untuk menghentikan Kekerasan Terhadap Anak dilingkungannya. Prikik!! STOP Kekerasan Terhadap Anak Sekarang Juga.

Kegiatan tersebut menandatangin dan dihadiri Bupati Karawang Dr. Hj Cellica Nurrachadiana bersama Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, AKBP Hendy F. Kurniawan Kapolres Karawang, Komandan Kodim Karawang, Ketua Bayangkari Karawang, Ketua P2TP2A serta Kadis PPPA Karawang di hadapan ribuan anak usia sekolah PAUD, SD, SMP dan SMA dan ribuan guru dan orangtua murid serta di hadapan puluhan wartawan dan HIMPAUDI Karawang mendeklarasikan KARAWANG BEBAS KEKERASAN TERHADAP ANAK

Reporter : sugeng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *